Perbedaan sel elektrokimia dengan sel elektrolisis dan contohnya….

Jawaban terbaik yang sudah dikurasi oleh Gres.web.id untuk Anda:


Kelas:
XII

Mata
Pelajaran: Kimia

Materi:
Elektrokimia

Kata
kunci: sel elektrokimia dan sel elektrolisis

 

Saya
akan mencoba menjawab dengan dua jawaban:

 

Jawaban
pendek:

 

Perbedaan
antara sel volta atau elektrokimia dan sel elektrolisis ada pada perubahan
energi yang terjadi, proses terjadinya reaksi redox, pembagian sel, sifat anoda
dan katoda serta sumber elektron untuk sel.

 

Sel
volta atau sel galvanik atau sel elektrokimia menghasilkan energi listrik
secara spontan
atau langsung dari reaksi kimia yang terjadi di dalam larutan
kimia di sel tersebut. Contoh sel volta adalah baterai listrik.

 

Sedangkan
sel elektrolisis adalah sel yang mengalami reaksi kimia ketika arus listrik
dialirkan
ke sel tersebut. Contoh sel elektrolisis adalah
penguraian garam menjadi unsur pembentuknya, yaitu natrium dan chlorin, ketika
larutan garam dialiri listrik
.

 

Jawaban
panjang:

 

Kedua
sel listrik ini memiliki perbedaan antara lain:

 

1. Perubahan
energi
. Sel elektrokimia merubah energi kimia
menjadi energi listrik. Sebaliknya sel elektrolisis merubah energi listrik
menjadi energi kimia.

 

2. Terjadinya
reaksi redox
. Pada sel elektrokimia, reaksi redox terjadi
secara spontan begitu batang logam dimasukkan ke dalam sel. Sebaliknya pada sel
elektrolisia reaksi redox hanya terjadi ketika arus listrik dilewatkan ke sel
ini.

 

3. Pembagian
sel
. Pada sel elektrokimia, bagiannya terdiri dari dua
bagian terpisah yang dihubungkan dengan pori-pori. Sementara sel elektrolisis
hanya memiliki satu bagian dimana sel kimia yang akan mengalami elektrolisis
ditempatkan.

 

4. Sifat anoda
dan katoda
. Pada sel elektrokimia, anoda bersifat
negatif dan katoda bersifat positif. Hal sebaliknya terjadi pada sel
elektrolisis. Pada sel elektrolisis, anoda bersifat positif dan katoda bersifat
negatif.

 

5.
Sumber elektron. Pada sel volta elektron berasal dari laurtan atau senyawa yang
mengalami oksidasi. Sementara itu pada sel elektrolisis, elektron berasal dari
sumber arus listrik. Sehingga sel elektrolisis bergantung pada sumber listrik
di luar sel agar bisa terjadi reaksi kimia.

 


Semoga artikel diatas mampu menjadi berguna untuk teman-teman. Terima kasih sudah berkunjung.

Apabila kamu mencari Info lain yang diperlukan tentang dunia Pendidikan, silahkan dapatkan Info terbarunya melalui Google News kami.